Ibu kita Kartini
Thursday, April 21st, 2005
Ibu kita Kartini, putri sejati
putri Indonesia, harum namanya…
Waktu kecil lagu ini trmsk salah satu lagu wajib apal di sekolah setiap tanggal 21 April, sampai-sampai sempet jadi lirik favorit, gara-gara smangat ikutan lomba vokal grup kelas 3 SD buat tampil di Hari Kartini itu. Tak lupa juga pasti ikutan sibuk milih baju daerah atau kebaya demi memenangkan lomba mirip Ibu Kartini, yang kalo dipikir hadiahnya cuma buku tulis, tapi bisa sampai ngrepotin mama untuk jahitin or cariin baju keramat. Sorry Mom. Semuanya demi ibu Kartini. Icon emansipasi wanita Indonesia.
Tapi…sejalannya waktu, aku lama-lama jadi lupa lirik lagu di atas – yang untuk masukin ke blog ini pun mesti kerja keras ngapalin, pdhal cuma 2 baris hehe – seiring pula nyaris dilupakannya tanggal ini sebagai (salah satu) hari keramat bangsa Indonesia itu. Ibu Kartini simbol emansipasi wanita lhoo….gitu kata orang, tapi ada juga yang bilang “ngapain dipuja, emang Ibu Kartini buat apa?!”
Penting diinget gak sih?
Well, banyak pendapat. Gue pribadi sih ingin mengingat hari ini sebagai hari kenangan, dimana aku dulu harus….yaa seperti yang kubilang di atas. Seru-seruan demi lomba! Hahaha. Dan pagi ini aku terpaksa menyaksikan lagi proses seru-seruan Nadya, ponakan aku, sama mamanya ngributin acara lomba disekolahnya. Déjà vu! Yah, mungkin beberapa tahun mendatang Nadya akan bicara hal yang sama dengan aku tentang hari ini. Hari Kartini.
